| 6.2.1 |
Proporsi populasi yang menggunakan layanan sanitasi yang dikelola secara aman, termasuk fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun. |
|
|
|
| 6.2.1.(a) |
Proporsi populasi yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air. |
Proporsi populasi yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air. |
Indikator Sesuai |
(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017) |
| 6.2.1.(b) |
Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak. |
Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak. |
Indikator Proxy |
Meningkatnya akses terhadap sanitasi yang layak pada tahun 2019 menjadi 100% (2014: 60,9%). |
| 6.2.1.(c) |
Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). |
Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). |
Indikator Sesuai |
Meningkatnya jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi 45.000 pada tahun 2019 (2015: 25.000). |
| 6.2.1.(d) |
Jumlah desa/kelurahan yang Open Defecation Free (ODF)/ Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS). |
Jumlah desa/kelurahan yang Open Defecation Free (ODF)/ Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS). |
Indikator Sesuai |
(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017) |
| 6.2.1.(e) |
Jumlah kabupaten/kota yang terbangun infrastruktur air limbah dengan sistem terpusat skala kota, kawasan dan komunal. |
Jumlah kabupaten/kota yang terbangun infrastruktur air limbah dengan sistem terpusat skala kota, kawasan dan komunal. |
Indikator Sesuai |
Terbangunnya infrastruktur air limbah dengan sistem terpusat skala kota, kawasan, komunal pada tahun 2019 di 438 kabupaten/kota. |
| 6.2.1.(f) |
Proporsi nrumah tangga yang terlayani sistem pengelolaan air limbah terpusat |
Proporsi rumah tangga yang terlayani sistem pengelolaan air limbah terpusat |
Indikator Sesuai |
(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017) |